Senin, 12 September 2011

HALAL BIHALAL (Sastrawan Banu Harli)





            Hari pertama masuk sekolah di SMAN 2 Aikmel ternyata cukup berkesan. Tradisi Halal bihalal ba’da liburan Idul Fitri berjalan sukses dan lancar. Tampak dari wajah-wajah siswa dan bapak ibu guru yang penuh keceriaan saling berjabat tangan seraya memberi ucapan  Minal’aa’idiina wal faa’iziina wal Maqbuuliin disertai senyuman yang insya Allah “membawa” keberkahan sesuai sabda Nabi “Senyummu pada saudaramu adalah shodaqoh”.  
Setelah sekian lama “dipisahkan“ oleh libur ramadhan dan Idul Fitri selama kurang lebih dua minggu, seluruh warga sekolah tetap merindukan suasana sekolah yang penuh keceriaan dan kebersamaan. Di bawah sinar matahari yang belum cukup menyengat, acara yang dikomandoi Wakasek Humas, Drs. Muhidin dan Wakasek Kesiswaa, Hasto Tyas Suryono, S.Pd. berlangsung sederhana, santai namun tetap khidmat.
Dipandu oleh Pak Hasto sebagai MC mengawali acara yang dilangsungkan di lapangan basket kemudian dilanjutkan dengan sambutan tunggal oleh Bapak Kepala SMAN 2 Aikmel, Bapak Kuswantoro, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, bapak kepala menghimbau agar para siswa tidak melupkan tugas utamanya belajar, dan terus memotivasi para siswa untuk  meningkatkan perubahan ke arah yang positif sesuai slogan SMAN 2 Aikmel “Saatnya berubah!”. Tak lupa bapak Kepala sekolah menitipkan pesan maaf lahir bathin untuk disampaikan kepada seluruh orang tua siswa-siswi SMAN 2 Aikmel.
Setelah bapak kepala sekolah memberikan sambutannya, acara selanjutnya uraian singkat halal bihalal yang disampaikan oleh satu-satunya guru PAI SMAN 2 Aikmel, Pak Sastrawan Banuharli, S.Ag. Dalam uraiannya pak Sas menegaskan bahwa ucapan yang disunnahkan menjelang Idul Fitri dan bulan Syawal ialah ucapan Taqobbalallohu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian). Tetapi pada kenyataannya, ucapan yang populer di masyarakat kita ialah ucapan minal ‘aa’idiina wal faidziina, mohon maaf lahir bathin. Padahal perkataan yang terakhir juga bukan arti dari minal ‘aa’idiina wal faidziina. Arti dari minal ‘aa’idiina wal faidziina sebenarnya ialah semoga kita termasuk orang-orang yang kembali suci, orang-orang yang sukses/ menang dan ditambah wal maqbuuliin yang artinya semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya oleh Allah.
Selain itu juga disinggung bahwa saat ini kita berada di bulan Syawwal  yang artinya bulan peningkatan. Mudah-mudahan pada bulan Syawwal kita mampu meningkatkan diri dalam segala aspek positif sehingga puasa yang kita jalani memberikan pengaruh signifikan (berarti) dalam tingkah laku keseharian kita.
Acara terakhir diakhiri dengan salam-salaman. Seluruh siswa berjalan beriringan menyalami bapak dan ibu guru sebagai bentuk permintaan maaf. Begitu juga bapak ibu guru tidak segan-segan meminta maaf dari siswa jika selama memberikan bimbingan selama ini ada yang kurang berkenan dalam diri para siswa. Di antara bapak ibu guru sendiri meski sudah saling mengirimkan sms “mohon maaf lahir bathin” rasanya kurang sreg jika belum saling memaafkan dengan berjabat tangan. Meskipun tadi pada saat baru datang di sekolah juga sudah berjabat tangan dan saling memaafkan, tetap bapak ibu guru lagi-lagiu berjabat tangan saling memaafkan. Rasanya tidak cukup satu kali permintaan maaf, sehingga tidak heran ada di antara bapak ibu guru yang bersalaman maaf-maafan sampai tiga atau empat kali. Hi…hi…lucu juga!, tapi tetap khidmat.Semoga keceriaan dan kebersamaan selalu menaungi warga sekolah SMA Negeri 2 Aikmel tercinta…Amiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar